Langsung ke konten utama

Cara Mengamankan Data Dari Hacker

Banyak beberapa komputer perusahaan, memiliki komputer yang cukup lemah


Lalu bagaimana cara mengamankan-nya?

Berikut langkah langkahnya:
1. Membuat kebijakan untuk menangani informasi

Jika suatu organisasi tidak mampu untuk membedakan secara benar antara informasi yang bersifat sensitif dengan informasi yang bersifat non-sensitif maka tidak mungkin bisa mengamankan data yang penting. Suatu kode kebijakan data mampu menguraikan jenis data yang dianggap sensitif dan mampu menentukan proses yang ketat untuk mengidentifikasi dan menangani serta mengamankan berbagai jenis data. Suatu sistem klasifikasi data yang bertingkat dapat membantu untuk membedakan antara informasi sensitif dan non-sensitif.

Langkah-langkah keamanan diberlakukan untuk setiap tingkat data, tingkat pertama yaitu data yang sangat sensitif yang dapat menyebabkan kerusakan parah dan membutuhkan tingkat keamanan tertinggi serta akses hanya diperbolehkan atas dasar kebutuhan khusus. Tingkat ke-dua yaitu data cukup sensitif yang dapat menimbulkan resiko relatif rendah dan membutuhkan sedikit kontrol keamanan serta hak akses internal. Kemudian tingkat yang ke-tiga yaitu data non-sensitif yang tidak menimbulkan resiko bagi organisasi dan hanya membutuhkan keamanan yang sedikit atau tidak ada pembatasan akses.

2. Menggunakan enkripsi untuk mentransfer data

Banyak organisasi telah memahami pentingnya menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi dan mengamankan sistem informasi dalam jaringan perusahaan dari akses yang tidak sah. Data sensitif selalu diakses dan berinteraksi dengan segala macam orang dan aplikasi. Sebab itu, untuk melindungi informasi ketika diakses melalui sistem mengharuskan organisasi untuk mengenkripsi data yang bertujuan untuk melindungi serta mengamankan informasi itu sendiri. Enkripsi adalah suatu bentuk pengamanan informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan penterjemah khusus.

3. Memilih software yang aman untuk organisasi

Tentukanlah perangkat lunak yang direkomendasikan oleh ahli sistem keamanan informasi untuk standar keamanan yang digunakan. Perangkat lunak yang Anda gunakan bisa saja tidak mengikuti prosedur keamanan yang andal dan dapat menyebabkan meningkatnya kemungkinan Peretas mengakses informasi sensitif. Hal ini menjadi masalah serius terutama ketika menangani dan menyimpan informasi pembayaran pelanggan melalui perangkat lunak akuntansi.

Ada beberapa langkah dasar bagi organisasi untuk dapat memilih dan mengidentifikasi software yang aman, yaitu dengan cara:

  • memilih perangkat lunak dari penyedia yang dapat dipercaya;
  • melakukan analisis menyeluruh mengenai kebutuhan perangkat lunak;
  • melakukan beberapa penelitian untuk mengidentifikasi perangkat lunak yang paling sesuai dan aman untuk organiasasi;
  • membaca ulasan dan umpan balik dari perangkat lunak yang akan dipilih.

 

Tidaklah mengapa walaupun harganya relatif tinggi jika perangkat lunak yang dipilih memang benar-benar sesuai dan aman untuk organisasi.

4. Meningkatkan keamanan password

Peretas menggunakan berbagai metode untuk mencoba masuk ke akun Anda. Metode paling umum adalah dengan mengetik huruf, angka, dan simbol secara manual untuk menebak kata sandi. Metode yang lebih canggih adalah menggunakan metode “serangan brute force”. Dalam teknik ini, program komputer menjalankan setiap kemungkinan kombinasi huruf, angka, dan simbol secepat mungkin untuk memecahkan kata sandi. Semakin panjang dan kompleks kata sandi, maka akan semakin lama proses ini berlangsung. Kata sandi yang terdiri dari tiga karakter membutuhkan waktu kurang dari satu detik untuk dipecahkan.

Penggunaan password yang lemah merupakan masalah yang sangat umum dan merupakan salah satu keamanan yang secara signifikan dapat ditingkatkan dengan pelatihan dan pengenalan berbagai aplikasi manajemen password. Kebanyakan pencurian data sensitif disebabkan oleh segelintir kesalahan keamanan informasi dasar.

5. Menggunakan komputer pribadi

Penggunaan komputer atau perangkat pribadi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan, selain membawa manfaat bagi produktivitas dan efektivitas biaya, juga dapat mengamankan data sensitif dari akses yang tidak sah. Pengunaan komputer pribadi adalah tindakan yang tepat untuk mencegah data sensitif diakses dan disimpan oleh orang lain yang tidak berhak.

6. Mematuhi aturan keamanan

Banyak Peretas memilih untuk menargetkan pimpinan atau direksi, karena kemungkinan besar direksi memiliki akses ke data aset yang bernilai tinggi. Direksi seringkali diberikan otonomi yang lebih besar dan kebebasan bergerak melalui sistem yang sensitif yang mungkin tidak mematuhi praktik keamanan yang sama seperti karyawan. Sangat penting bahwa praktik keamanan harus dipahami dan ditaati seluruh infrastruktur organisasi untuk mencegah hacker dari mendapatkan akses yang mudah ke informasi sensitif melalui jalur ini.

7. Meningkatkan kesadaran keamanan

Karyawan adalah aset keamanan yang paling berharga bagi perusahaan dalam menciptakan budaya kesadaran keamanan yang dapat membantu karyawan mengidentifikasi masalah data, dan juga membantu untuk mengidentifikasi kesalahan penyebaran informasi dan potensi ancaman keamanan data. Di mana ada data sensitif maka terdapat upaya yang berbahaya dari pihak ketiga untuk mencoba mencurinya. 

8. Menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau ISO / IEC 27001 merupakan suatu metode khusus yang terstruktur tentang pengamanan informasi yang diakui secara internasional. ISO / IEC 27001 merupakan dokumen sistem manajemen keamanan informasi yang memberikan gambaran secara umum mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan maupun organisasi dalam usaha mereka untuk mengevaluasi, mengimplementasikan dan memelihara keamanan informasi yang dimiliki berdasarkan ”best practise” dalam pengamanan informasi.



Dampak Kerusakan Akibat Ransomware

Informasi menarik dari IPA (Information-technology Promotion Agency, Japan) yang memasukkan serangan Ransomware kedalam "10 Ancaman Kemananan Utama Tahun 2021. Kerusakan yang diakibatkan oleh Ransomeware dianggap sebagai ancaman terbesar bagi sebuah organisasi.

Ransomware adalah serangan siber berbasis virus yang mengenkripsi data yang disimpan di komputer atau server perusahaan yang membuat perangkat -perangkat itu tidak dapat digunakan. Ini adalah serangan cyber yang sangat berbahaya.

Korban harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkan datanya kembali yang telah terenkripsi akibat ransomware atau untuk tidak menyebarkan informasi rahasia mereka yang telah diketahui oleh hacker yang menyerangnya. 

Faktanya, menurut data yang dirilis oleh Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada bulan September, serangan ransomware pada paruh pertama tahun 2021 meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2020.

Dari jumlah perusahaan yang terkena dampak, hampir 40% mengeluarkan total lebih dari Rp.125 juta untuk biaya investigasi dan pemulihan.

 

Menjaga Data Anda Tetap Aman

Informasi di atas adalah pengingat tentang betapa besarnya ancaman yang dihadapi oleh perusahaan pada tahun 2021 terhadap keamanan data mereka.

Namun, perusahaan tidak boleh membiarkan kondisi diatas menggagalkan rencana mereka untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. Sebaliknya, mereka harus segera mengambil tindakan proaktif dan preventif sekarang.

 

Pencegahan Bencana

Salah satu cara terbaik untuk bersiap menghadapi bencana alam adalah dengan menyimpan data perusahaan di cloud. Dengan menyimpan data di lokasi yang hampir tidak terpengaruh oleh bencana dan yang terlindungi jika terjadi bencana, perusahaan dapat dengan mudah memulihkan data mereka ke komputer atau ke perangkat yang baru.

Selain itu, dimungkinkan untuk mengambil file atau folder yang diperlukan saja dari data yang sudah dicadangankan di cloud supaya bisnis Anda bisa segera aktif kembali.

Komentar